PENDAKIAN GUNUNG SIBAYAK 2.094 MDPL
Pendakian Pertama bersama kawan-kawan Mahasiswa Keuangan USU 2014
ini menjadi postingan pertama saya pada blog ini. Bila mana ada kata-kata yang kurang pas harap maklum karna saya masih awam
Oke lanjut...
Pertama kali aku kenal dengan pendakian yaitu pada pertengahan tahun 2014. Aku dan kawankawan sebut saya namanya Eko, Leo, Imran, Arif, Ridwan, Agust, dan Abay berencana mendaki kesalah satu gunung yang ada ditanah karo, yaitu gunung sibayak
Gunung sibayak memiliki ketinggian 2.094 Mdpl versi kawankawan dan 2.212 versi Wikipedia. Gak taulah yg mana yg betul itu yakan wkwkwk
Lanjut lagi...
Kami memulai pendakian lewat jalur umum atau yang sering disebut jalur pariwisata. Kami berkumpul dititik kumpul yang telah kami sepakati yaitu distasiun sutra (sumatra transport) yang berada disimpang pos, Medan.
Bus Sumatra Transport atau yg lebih dikenal dengan SUTRA pun melaju kencang menuju kota berastagi, sebuah kota yang sejuk dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. Setalah tiba di kota berastagi, kami pun turun satu persatu dari dan mulai melangkahkan kaki.
Bagiku pribadi, ini adalah pengalaman pertama saat itu. Dimana harus berjalan kaki dengan bermodalkan senter versi masing-masing, ada yang menggunakan mancis senter dan ada juga kawan yang menggunakan Hp senter. Hahaa....luculucu lah lae
Singkat cerita.... kami tiba dipos yang dulu hanya terdapat satu warung saya. Kami mendirikan tenda dan mulai memasak air untuk membuat kopi hangat untuk mengusirhawa nafsu..ehh bukan, hawa dingin maksudnya wkwkwk...
Pagi jamjam 7 karna telat bangun, kami pun mulai melangkahkan kaki kepuncak sibayak, dan setelah berjalan lebih kurang 1 jam tibalah kami dipuncak Gunung Sibayak yang masih ada plank bertuliskan Mt.Sibayak 2.094 Mdpl oleh Parintal FP USU
Kami mengambil foto sebanyak-banyaknya wkwkwk...biar nanti dipost disemua akun sosial media (asumsi saat itu)
Setelah puas memandangi adek itu...haha.. maksudnya memangi view disekitar kamipun segera turun dan kembali ke areal camp dimana kami mendirikan tenda, karna matahari sudah mulai membakar kulit
Lepas itu yauda pulanglah kami Hahaha...
TAMAT
ini menjadi postingan pertama saya pada blog ini. Bila mana ada kata-kata yang kurang pas harap maklum karna saya masih awam
Oke lanjut...
Pertama kali aku kenal dengan pendakian yaitu pada pertengahan tahun 2014. Aku dan kawankawan sebut saya namanya Eko, Leo, Imran, Arif, Ridwan, Agust, dan Abay berencana mendaki kesalah satu gunung yang ada ditanah karo, yaitu gunung sibayak
Gunung sibayak memiliki ketinggian 2.094 Mdpl versi kawankawan dan 2.212 versi Wikipedia. Gak taulah yg mana yg betul itu yakan wkwkwk
Lanjut lagi...
Kami memulai pendakian lewat jalur umum atau yang sering disebut jalur pariwisata. Kami berkumpul dititik kumpul yang telah kami sepakati yaitu distasiun sutra (sumatra transport) yang berada disimpang pos, Medan.
Bus Sumatra Transport atau yg lebih dikenal dengan SUTRA pun melaju kencang menuju kota berastagi, sebuah kota yang sejuk dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. Setalah tiba di kota berastagi, kami pun turun satu persatu dari dan mulai melangkahkan kaki.
Bagiku pribadi, ini adalah pengalaman pertama saat itu. Dimana harus berjalan kaki dengan bermodalkan senter versi masing-masing, ada yang menggunakan mancis senter dan ada juga kawan yang menggunakan Hp senter. Hahaa....luculucu lah lae
Singkat cerita.... kami tiba dipos yang dulu hanya terdapat satu warung saya. Kami mendirikan tenda dan mulai memasak air untuk membuat kopi hangat untuk mengusir
Pagi jamjam 7 karna telat bangun, kami pun mulai melangkahkan kaki kepuncak sibayak, dan setelah berjalan lebih kurang 1 jam tibalah kami dipuncak Gunung Sibayak yang masih ada plank bertuliskan Mt.Sibayak 2.094 Mdpl oleh Parintal FP USU
Kami mengambil foto sebanyak-banyaknya wkwkwk...biar nanti dipost disemua akun sosial media (asumsi saat itu)
Setelah puas memandangi adek itu...haha.. maksudnya memangi view disekitar kamipun segera turun dan kembali ke areal camp dimana kami mendirikan tenda, karna matahari sudah mulai membakar kulit
Lepas itu yauda pulanglah kami Hahaha...
TAMAT
Komentar
Posting Komentar